Megamendung, Pakuan pos – Kucuran Dana Desa (DD) pada 2020 ini semakin besar, hampir satu miliar untuk tiap desa. Sistem penyaluran pun kini langsung ke rekening pemerintah desa, tidak transit terlebih dahulu ke birokrasi seperti sebelumnya.

Guna mereduksi potensi penyalahgunaan DD, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa barat, menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Pengelolaan Keuangan yang ditujukan bagi kepala desa, sekretaris desa dan dan staf desa yang diselenggarakan di Hotel Cahaya Village, Jalan Raya Puncak, Cipayung-Megamendung, 13-14 Maret 2020.

Sekcam Cigombong, Asep A. Sudrajat mengatakan pengelolaan anggaran desa yang semakin besar memiliki dampak dan konsekuensi hukum juga besar. Cukup banyak, bahkan sebagian besar dari aparatur desa yang karena ketidaktahuannya terjadi pelanggaran hukum.

Para kepala desa yang dengan niatan baik tetapi kemudian karena ketidaktahuan mereka, terjadilah masalah-masalah yang tidak terbayangkan sebelumnya.

“Menindaklanjuti kegiatan yang diadakan Kemendagri di SICC beberapa waktu lalu, maka Pemcam Cigombong mengadakan kegiatan ini. Supaya kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten lebih sinergi dengan aparatur desa,” ujar Asep.

Kegiatan ini juga. Lanjut Sekcam Cigombong, merupakan salah satu upaya untuk menjaga agar DD yang dikelola dengan niatan baik oleh perangkat desa beserta kepala desa, dapat digunakan sesuai dengan asas manfaat dan tujuannya.

“Peningkatan kapasitas bagi pemerintahan desa sangat penting sehingga pelayanan lebih maksimal, mengingat mereka yang berhadapan langsung dan melayani masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu untuk mensinergikan pemerintah pusat hingga desa, Pemcam Cigombong juga giat membangun desa. Melalui program Gerakan Cigombong Moncorong atau Cigombong Motekar (kreatif), Nugraha (anugerah), Calakan (pintar), Ome (kelola/rawat), Raharja (sejahtera), Olah (kerja), Nastiti (teliti), dan Gumelar (kehormatan).

Adapun kegiatan bimtek diikuti kades, sekdes, kaur perencanaan, kaur keuangan, kaur pemdes dari 9 desa tersebar di Kecamatan Cigombong. Sementara pemateri dihadirkan DPMD Kabupaten Bogor, BPKAD Kabupaten Bogor dan Inspektorat Kabupaten Bogor.

Salah seorang peserta, Anwar mengatakan, bimtek yang seperti ini baru kali pertama diselenggarakan pemerintah kecamatan. Menurutnya, sangat positif dan menambah wawasan dalam mengelola manajemen keuangan desa.

“Kami diberikan materi tentang perencanaan, rambu-rambu pengelolaan dana desa, dan pola pengelolaan APBDes,” ucapnya. (Abdan)