Bogor, Pakuan pos – Reuni sekolah bisa jadi hal yang menyenangkan atau malah momok mengerikan, tergantung cara kita memaknainya. Namun jika reuni sejak awal memiliki tujuan yang lebih kuat dari ajang temu kangen, pasti beda lagi ceritanya.

Waktu yang tersita kesibukan dan rutinitas harian, sulit meninggalkan keluarga dan anak, dapat izin dari pasangan, malas ketemu mantan pacar, kenangan buruk semasa SMA, atau bahkan tinggal di luar kota menjadi alasan sukarnya mengumpulkan para alumni di reuni.

Tapi, sekali lagi, jika reuni didedikasikan untuk para guru, silaturahmi sekaligus mengenang masa sekolah dulu, siapa yang tak tersentuh hatinya. Seperti reuni yang pernah diadakan angkatan 1996, SMAN 1 Cicurug Sukabumi 4 (empat-red) tahun yang lalu, tepatnya Minggu 18 September 2016 di salah satu resto dikawasan Cicurug.

Masa SMA adalah masa paling berharga dan masa yang paling indah. SMA adalah masa mencari jati diri, mengenal lawan jenis, bahkan sebagai ajang mencari sahabat sejati, kenangan di masa SMA tidak akan terlupakan.

Demi terwujudnya sebuah rencana semisal Reuni, tentunya tidak mudah semua butuh “perjuangan” dalam mencari keberadaan tempat tinggal teman-teman kita, nomor telepon dan yang lebih utama adanya kesamaan visi atau tujuan dari rencana tersebut. Disini, team work dan kekompakan harus siap sama-sama bekerja.

Empat tahun yang lalu, Minggu (18/9) tak kurang dari seratus alumni angkatan 1996 ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bertemu dalam suasana berbeda dengan 20 tahun silam, saling bertanya kabar dan keluarga menjadi topik perbincangan hangat.

Namun jauh sebelum terlaksananya acara reuni tersebut, para alumni mengadakan pertemuan di Setu Sukarame Parakan salak, Parung kuda kabupaten Sukabumi. Meskipun dengan jumlah orang yang seadanya tetapi tidak menyurutkan niat, semangat dan memiliki tujuan yang sama dari para alumni waktu itu.

Alhamdulillah, dari hasil pertemuan tersebut lahirlah sebuah “wadah” yang tergabung dalam Ikatan Alumni Menjalin Silaturahmi 96 (ILUNI96), dan sepekan setelah itu, dibuatlah groups sosial media resmi nya, WhatsApp dan Facebook.

Sebagai mahluk sosial, kita memerlukan manusia lain dalam menjalani kehidupan. Berinteraksi, komunikasi dan menjalin hubungan antar sesama menjadi sebuah keharusan. Menjalin hubungan yang baik guna membangun persaudaraan.

Betapa pentingnya sebuah silaturahmi untuk menjaga persaudaran dan membangun hubungan baik dengan orang lain. Jarak dan waktupun tidak lagi menjadi penghalang untuk sebuah silaturahmi, bahkan sosial media pun bisa menjadi salah satu alat silaturahmi yang sangat bermanfaat ketika kita bijak menggunakannya.

Semoga kita senantiasa dapat menjaga silaturahmi antar kerabat dan sahabat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan apapun media sosial yang kita gunakan. Niatkan setiap silaturahmi tersebut karena Allah, wujud usaha kita menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya. Hablumminannas…

“Apabila seorang Muslim mengunjungi saudaranya sesama Muslim, maka orang itu senantiasa berada dalam suatu taman surga yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetik sampai pulang.” (HR. Muslim)

Salam kompak, jalin silaturahmi. ILUNI 96 “yang jauh didekatkan yang dekat dieratkan” (ADj)