Bogor, Pakuan pos – Base Transceiver Station atau disingkat BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator. Selain memiliki manfa’at, ada efek yang tidak baik dari pemasangan tower BTS ini. Makanya masyarakat harus paham tentang jarak aman tower BTS dengan rumah.

Menara pemancar telekomunikasi sudah jadi sisi dari tata kota masyarakat modern. Bangunannya yang menjulang tinggi, memerlukan tempat khusus, terdiri dari tiang baja dan rangkaian perangkat listrik yangi pemicu kekhawatiran masyarakat akan bahaya yang kemungkinan ditimbulkannya.

Apa lagi bahaya tower mobile yang jaraknya sangat dekat dengan rumah yang setiap saat bisa ambruk, jadi salah satu masalah pendirian menara pemancar telekomunikasi.

Walaupun harga sewa dan biaya pembangunan tower BTS lumayan mahal, yakni dikisaran Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar rupiah, tidak menjadikan masyarakat mau menyewakan tempat mereka untuk membangun menara pemancar telekomunikasi.

Berdasarkan survey dan penilaian yang dilakukan di beberapa wilayah membuktikan bahwa banyak bermacam penolakan pada project pendirian menara pemancar mobile khususnya di beberapa daerah padat warga.

Ini dikarenakan oleh adanya kecemasan akan bahaya menara pemancar telekomunikasi dari bermacam pemikiran. Seperti jika menara atau tower telekomunikasi dapat memancarkan gelombang radiasi, yang menjadi salah satu pemicu penyakit anemia, riskan tersambar petir atau ambruk hingga menimbulkan kerugian harta benda bahkan juga nyawa.

Kecemasan atas kesan-kesan radiasi pemancar telekomunikasi tidak seutuhnya dipersalahkan, walaupun tidak semuanya betul. Ada beberapa faktor khusus yang perlu dipenuhi oleh pemilik project untuk memenuhi persyaratan pendirian tower telekomunikasi.

Bukti, teori, dan penjabaran berkenaan bermacam peluang resiko dan bahaya tower telekomunikasi perlu diuraikan supaya tidak memunculkan kegundahan. Misalkan mengenai kesan-kesan menara pemancar telekomunikasi bisa mengakibatkan anemia sebab sinaran radiasi dari gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan transmitter tower telekomunikasi ialah hal yang kurang tepat.

Radiasi gelombang elektromagnetik ini masih di bawah tingkat batasan toleransi yang diputuskan WHO. Tetapi bagaimana juga harus tetap ada pemantauan ketat supaya kehadiran tower telekomunikasi itu memenuhi persyaratan pendirian tower BTS.

Tentang jarak aman tower BTS dengan rumah bisa dipahami dengan memahami Persyaratan pendirian tower telekomunikasi itu.

Syarat-syarat pendirian menara BTS :
Pembangun menara BTS wajib mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
Tinggi menara yang berukuran kurang dari 45 meter misalnya memiliki standar jarak aman menara BTS dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak sepuluh meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri.
Bangunan menara BTS memenuhi level batas radiasi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 4,5 watt/meter persegi untuk perangkat/menara yang menggunakan frekuensi 900 Mhz dan 9 watt/meter persegi untuk menara/perangkat yang menggunakan frekuensi 1.800 Mhz.
Ketentuan pendirian menara pemancar telekomunikasi itu dibikin untuk perlindungan masyarakat diantaranya dari bahaya radiasi tower di kehidupan setiap hari.

Persyaratan pendirian tower sudah dipastikan menurut ketentuan yang berlaku di Indonesia. Tinggi tower BTS yang terpasang di satu wilayah harus memenuhi persyaratan tertentu. Ketinggian yang diisyaratkan mempunyai tujuan supaya gampang menerima dan mengirim signal info. Ketinggian itu mempunyai tujuan untuk argumen keamanan kemungkinan dari menara tower ambruk bila didera angin. Sedang pendirian tower BTS di atas gedung atau rooftop harus juga penuhi syarat.

Jarak tower BTS dengan permukiman warga harus penuhi jarak aman tower BTS dengan rumah, yakni minimum seputar 20 mtr. Jarak tower BTS dengan permukiman warga itu mempunyai tujuan untuk meminimalisasi bahaya tower mobile dekat rumah dan imbas radiasi yang peluang bisa memunculkan dampak untuk kesehatan manusia.

Walau menurut riset diketemukan jika radiasi yang dikeluarkan oleh tower BTS benar-benar kecil dan jikapun berdampak akan memakan waktu yang sangat panjang. Tapi akan lebih bagus jika kita bisa meminimalisir peluang radiasi itu.

Ketika akan membuat tower akan dilaksanakan survey untuk mendapatkan posisi dengan koordinat yang pas, keadaan fisik tempat dan status pemilikan tempat. Bila menara tower dibuat di atas gedung harus memerhatikan kemampuan fondasi gedung.

Untuk membuat tower BTS di atas gedung harus mendapatkan ijin dari sekelilingnya. Biasanya ijin harus didapat pada jarak 100 mtr. dari posisi pembangunan tower. Pemilik gedung akan mendapatkan harga sewa tower BTS yang sesuai persetujuan.

Pondasi menara tower yang dibuat di atas gedung harus betul-betul kuat dan disamakan dengan keadaan bangunan. Supaya fondasi menara tower bisa menyangga lebih kuat bisa diberi balok cor dan baja. Pondasi tower umumnya akan dites kemampuannya lebih dulu saat sebelum menara terpasang.

Pondasi harus betul-betul kuat untuk meredam beban menara tower untuk menghindari runtuhnya menara. Bila menara tower ambruk dan menerpa bangunan disekelilingnya maka penyedia jasa kontruksi atau kontraktor tower wajib memberikn ganti rugi.

BTS mengeluarkan frekwensi radio dari gelombang elektromagnetik yang dibuat oleh bermacam piranti telekomunikasi mobile, baik dari menara BTS tersebut atau piranti telepon mobile yang dipakai. Dan sinaran atau radiasi tower perusahaan provider relatif aman untuk kesehatan manusia.

Tinggi tower BTS ikut menolong penebaran signal dan mengurangi kemampuan sinaran radiasi yang bisa terkena manusia. Besaran radiasi yang ditimbulkan masih di bawah tingkat batasan standard yang diputuskan oleh WHO dan instansi sertifikasi dunia yang lain.

Tingkat batasan radiasi yang dibolehkan menurut standard WHO setiap 4,5 watt per m2 untuk piranti yang manfaatkan frekwensi 900 MHz dan 9 watt per m2 untuk 1.800 MHz. Saat itu, standard yang dikeluarkan IEEE C95.1-1991 ialah 6 watt per m2 yang memakai frekwensi 900 MHz dan 12 watt per m2 untuk piranti dengan frekwensi 1.800 MHz.

Pada tower BTS dengan frekwensi 1800 MHz daya yang dipakai rerata 20 watt dan pada frekwensi 900 MHz 40 watt, sedang pesawat smartphone dengan frekwensi 1.800 MHz memakai daya sejumlah 1 watt dan yang 900 MHz dayanya 2 watt.

Berdasar hasil penghitungan, pada jarak 1 mtr. (lajur pita pancar utama), tower BTS dengan frekwensi 1.800 MHz mengasilkan keseluruhan daya radiasi sejumlah 9,5 w/m2 dan pada jarak 12 mtr. akan hasilkan keseluruhan radiasi sebesar 0,55 w/m2. Sedang tinggi tower BTS ialah jauh di atas 12 mtr. hingga bisa diketemukan radiasi yang lebih kecil.

Bahaya radiasi tower bagi manusia saat ini masih relatif kecil. Sebab energi yang terdapat pada medan elektromagnetik ditambah lagi pada keadaan frekwensi ekstrim rendah begitu kecil untuk memicu dampak biologi atau masalah. Namun demikian, kita tetap harus waspada dengan bangunan dan ketinggian tower BTS.

Jaga jarak aman agar semua kemungkinan buruk dapat dihindari. Sebab bagaimanapun juga BTS memiliki banyak faedah untuk lajur komunikasi. Menjaga jarak aman tower BTS dengan rumah, sebab pembangunan BTS juga ada ketentuannya, yakni lebih kurang 20 mtr. jauhnya dari tempat permukiman warga untuk mengecilkan imbas tower di permukiman itu. Dampak dari tinggi tower BTS yang perlu diperhitungkan ialah dampak sikatan petir dan peluang ambruk.

Efek Radiasi Tower BTS untuk Kehamilan
Menurut dr. Devia Irine Putri dari klikdokter.com , berdasar penelitian WHO dan Fakultas Teknik UGM, pada tower BTS (base transceiver station) tidak terdapat radiasi yang membahayakan kesehatan manusia (dan juga untuk janin).

Level radiasi yang dihasilkan perangkat-perangkat yang digunakan operator seluler tidak saja di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, masih jauh di bawah ambang batas standar sehingga relatif aman. Karena radiasinya yang rendah, maka sangat kecil sekali mempengaruhi kesehatan tubuh manusia, untuk itu anda tidak perlu khawatir mengenai masalah ini.

Bila persyaratan yang disebutkan di atas telah dipenuhi oleh pembangun menara BTS, maka seharusnya tidak ada dampak pada kesehatan dan janin yang ada dalam kandungan.

Demikian artikel yang dilansir dari BLOGTIPS – 1 FEBRUARI 2021 sebagai pencerahan untuk masyarakat, tentang jarak aman tower BTS dengan rumah beserta resikonya ini. Semoga bermanfaat. (Raden)