Cijeruk, Pakuan pos – Hanya bermodal ijin lingkungan, Skdu dan Nib, pengusaha pengolahan sarang walet di Kampung Citiis, Desa Warung Menteng tetap membuka usaha ilegalnya.

Hal tersebut diakui Tovik Hidayat, pengelola harian usaha pemcucian sarang walet, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/11/2020). “Ya, kami hanya memiliki ijin lingkungan, Skdu dan Nib saja. Sementara untuk payung hukum perusahaan seperti PT atau CV kami belum punya, karena terbentur belum adanya Imb bangunan yang kami sewa ini”, aku Tovik.

Lebih lanjut Tovik menjelaskan, usaha yang dikelolanya itu sudah berjalan selama 4 bulan. Dengan hasil produksi pencucian sarang walet per harinya baru mencapai 1 kilo gram. Sementara karyawan yang yerlibat dalam usahanya itu sudah mencapai 50 orang. Dengan upah kerja yang bervariatif.

“Untuk upah kerja sementara ini kami berikan gaji harian dengan jumlah nominal yang bervariatif. Untuk yang masih training kami bayar 35 ribu rupiah per hari, tenaga harian great a kami bayar 50 sampai 60 ribu rupiah perhari dan karyawan great b kami bayar 45 ribu rupiah”, jelasnya.

Tovik juga mengatakan bahwa owner merupakan warga Kalimantan Timur. Dan bahan bakunya pun dikirim dari Kalimantan.

Terpisah, Adijana, Camat Cijeruk saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi saja. Sementara terkait kelengkapan perijinan ranahnya ada di DPMPTSP.

Sementara itu, Rudy anggota Pol PP Kabupaten Bogor mengatakan akan berkoordinasi dengan bagian penyidik untuk menyikapi adanya dugaan pelanggaran perda tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Kami akan berkoordinasi dengan bagian penyidik. Jika dilokasi kami temukan pelanggaran, maka kami sebagai aparat penegak perda akan bertindak tegas”, tandasnya. (R. Bhenz)