Ciawi, Pakuan pos – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di desa Cibedug Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor sudah diterima secara rutin oleh keluarga penerima manfaat (KPM).Bantuan berupa paket sembako itu terdiri dari 4 item, yakni; beras, telur/daging, kacang – kacangan dan buah.

Mekanismenya, Para KPM menerima transfer dari Bank lalu dibelikan sembako ke agen yang ditunjuk oleh kepala desa masing – masing.Untuk agen mendapat bagian atau lebih dikenal dengan ‘uang gesek’ yang nilainya berbeda sejak program tersebut digulirkan.

Di Desa Cibedug, awalnya agen mendapat uang gesek sebesar 4000 rupiah/KPM, namun sekarang sudah meningkat sampai 10.000 rupiah/KPM, sama dengan desa lainnya.

Pengelolaan uang gesek sendiri berbeda – beda, tergantung kebijakan agen. Sejak awal sampai februari 2019 pengelolaan uang itu di Desa Cibedug dibagi ke beberapa alokasi, seperti yang dituturkan oleh Abdurrahman yang terlibat langsung didalamnya.

“Dulu ketika uang gesek hanya 4 ribu, kami bagi yang seribu untuk agen, yang seribu untuk bongkar barang, dan yang 2000 diserahkan ke pak Eka yang waktu itu menjadi perwakilan orang desa Cibedug,” ungkap Abdurrahman. Jum’at, (19/6/2020).

Pembagian diamini oleh Eka, menurutnya meskipun ia mendapat titipan uang bagian sebesar 2000, tapi bukan berarti dimanfaatkan sendiri tapi digunakan untuk keperluan meminjam mesin gesek dan membeli kertas roll, karena di Cibedug sendiri belum memiliki mesin pada waktu itu.

“Dana seribu itu ngasih kebijakan mesin sama dipergunakan buat beli kertas paperrol, dan operasional lainnya,” ungkap Eka.

Ipeh, Staff desa Jambu luwuk mengakui desa Cibedug pernah meminjam mesin itu, tapi tidak dipatok harus bayar. Hanya biasanya memang ada kebijakan.

‘Nggak nyewa lah, hanya kebijakan buat beli kertas saja mungkin,” jelas Ipeh. (Abdan)