Babakti HJB ke 536, Bentuk Ungkapan Rasa Syukur

0
292

Bogor, News Warta Publik – Sebagai ungkapan rasa syukur Hari Jadi Bogor (HJB) Ke 536, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) menggelar acara Babakti. Kegiatan secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang juga selaku Ketua DK3B di Plaza Balai Kota Bogor, pada Selasa (14/08/2018) malam.

Dalam sambutannya Usmar mengungkapkan, bahwa kegiatan Babakti biasanya dilaksanakan di awal kegiatan Hari Jadi Bogor. Namun untuk tahun ini Babakti dilaksanakan diakhir kegiatan yang juga sangat padat dengan agenda lainnya. Biasanya Babakti juga diawali dengan pawai obor, tetapi untuk tahun ini pawai obor akan dilaksanakan berbarengan dengan 1 Muharam.

“Mudah-mudahan dari nilai dan substansi kegiatan ini bisa menggambarkan kearifan lokal,” kata Usmar.

Usmar mengucapkan terima kasih kepada ketua panitia dan seluruh unsur DK3B dan organisasi kesundaan lainnya yang dipimpin oleh para inohong yang memiliki kapasitas yang sungguh luar biasa dalam melestarikan tradisi.

“Mari kita bersama-sama rumuskan dan semarakan kembali nilai-nilai leluhur yang secara visual diwujudkan dalam helaran seni budaya dan pawai mobil hias,” ajaknya.

Kegiatan ini kata Usmar sebagai acara tahunan yang masuk dalam agenda HJB. Selain itu, ia menyebut Babakti pada dasarnya merupakan kegiatan doa bersama masyarakat sunda sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki, hasil panen dan kekayaan alam yang dianugerahkan kepada warga Bogor khususnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi, ketua harian DK3B Arifin Himawan, pengurus KWB, para inohong Kota Bogor dan organisasi kesundaan.

Sementara itu, panitia acara Zegeretna Susilowati mengatakan babakti ritual kasundaan ini salah satu bentuk rasa syukur masyarakat Bogor untuk melakukan doa bersama bagi kota bogor dan mengingatkan kebersamaan atau persaudaraan urang sunda dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Salah satu bentuk kegiatan kebudayaan tersebut, merupakan bentuk bakti kebudayaan sunda yang selalu menjaga kehidupan secara harmonis, selalu mengingat pesan dan petuah leluhur. Ingat asal muasal dan kesejarahan yang membawa kita hingga kehidupan di masa kini,” ujar Zegeretna Susilowati atau yang akrab dipanggil teh Retna. Kamis, (15/8/2018).

Menurutnya kegiatan ini (babakti), sangat bagus karenanya kegiatan ini layak dijadikan kegiatan tahunan bahkan satu tahun 2 kali lebih bagus, dan harapan saya lebih banyak lagi dari komunitas lain selain komunitas budaya yang ngarojong.

“Yang hadir bukan hanya dari Bogor, tapi ada dari Sukabumi Cianjur dan Sumedang meskipun tidak sempat photo bersama,” pungkasnya. [ Red ]

 

Reporter by Andy Djava
News Warta Publik