Yogyakarta, Pakuan pos – Salah satu museum yang sangat menarik untuk dikunjungi saat ini adalah museum Dirgantara Mandala TNI AU yang berlokasi kurang lebih 6 kilometer arah timur dari pusat kota Yogyakarta, di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta.
Museum milik TNI Angkatan Udara dengan luas lahan 4.2 hektar ini berisikan berbagai benda sejarah, dimana sebagian besarnya berupa pesawat terbang yang pernah mengabdikan diri di lingkungan TNI AU dan merupakan saksi sejarah tentang perjuangan TNI AU dalam memperjuangkan Angkatan Udara Republik Indonesia.
Dengan berbagai koleksi pesawatnya, museum ini sangat cocok untuk menambah ilmu pengetahuan bagi setiap pengunjungnya terutama generasi muda saat ini agar tidak melupakan sejarah perjuangan Angkatan Udara kita di dalam menegakkan dan mempertahankan NKRI.
Museum Dirgantara Mandala hingga saat ini telah memiliki koleksi sekitar sepuluh ribuan. Dimana koleksinya selain pesawat terbang, juga ada berbagai senjata, patung pahlawan dan petinggi TNI AU, pataka, foto, diorama hingga mesin pesawat yang disimpan di tujuh ruangan utama
Ketika memasuki halaman parkir museum, di sebelah kiri tampak sebuah truk pengangkut rudal SA 75 ZIL dan mobil GAZ yang keduanya buatan Rusia.
Di halaman depan museum yang sangat luas dan asri terdapat berbagai pesawat milik TNI AU seperti AS 332 Super Puma dari skuadron udara 6 lalu OV 10 Bronco yang lebih dikenal sebagai pesawat “Si Kampret” yang pernah memperkuat berbagai skuadron udara TNI AU mulai dari Skuadron 1, Skuadron 3, dan Skuadron 21 hingga akhirnya pensiun, Pesawat A 4 Sky Hawk yang pernah memperkuat Skuadron Udara 11. Ada juga pesawat intai amphibi dari jenis Albatros yang dahulunya tergabung dalam Skadron 5 dan selain itu masih ada pesawat pembom raksasa Tu 16 Badger yang pernah memperkuat skuadron udara 42, Pesawat F 5 E Tiger dan lainnya.
Selain menyajikan berbagai jenis pesawat di pelataran, pengunjung dapat memasuki sejumlah ruangan terdiri dari Ruang Kotama dan Ruang Kasau, serta Ruang Alutsista yang berisi berbagai macam koleksi pesawat-pesawat dan helikopter yang pernah digunakan oleh TNI AU sejak dari awal pembentukannya hingga kini.
Untuk pesawat di era tahun 1945 hingga 1949 yang ada di Ruang Alusita adalah pesawat Mitsubishi A6M Zero Zen peninggalan Jepang. Kemudian terdapat juga pesawat Yokosuka K 5 Y 1 Churen, Mitsubishi Ki 51 Guntai, Mansyu Ki 79 B Nishikoren, Nakajima Ki 43 Oscar (Hayabusha).
Selain itu juga ada berbagai macam pesawat yang pernah dipakai dalam operasi Trikora Dwikora seperti pesawat B 25, B 26 Invander, C 47 Dakota,  AT 6 Harvard, Lavochin La 11, TS 8 Bies, De Haviland D 115 Vampire, L 29 Dolphine, Mig 15, Mig 17, Mig 19 dan Mig 21 serta helikopter Mil Mi 4, Sikorsky S 58, Hiller 360.
Kemudian ada juga pesawat F 51 Mustang II yang banyak kita kira sebagai pesawat P 51 Mustang yang di jaman dahulu dikenal sebagai pesawat “Cocor Merah”. Dan masih di dalam ruang alutsisa ini ada replika pesawat VT-CLA yang ditembak pesawat Kitty Hawk Belanda an kemudian jatuh di daerah Ngoto. Ada juga pesawat Kepresidenan yang pernah dipakai oleh Bung Karno keliling wilayah seputar negara-negara semisal Thailand, Filipina, dan lain-lain.
Selama di Museum Dirgantara Mandala, para pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai pesawat komersial yang naik dan turun dari landasan Bandara Adi Sutjipto, karena letak museum persis di ujung landasan bandara sehingga dapat membuat foto diri dengan pesawat yang tengah melintas di atas kepala.
Museum Dirgantara Mandala dikelola oleh Dinas Penerangan Angkatan Udara dibawah pimpinan Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, M.Si. (Han).