Cigombong, Pakuan pos – Setelah sekian bulan berdiam diri, Muhamad Yasin, salah satu warga komplek perumahan bekas pegawai perkebunan Pondok Gede (Pode) Bohlam RT 7 RW 5, Desa Ciburuy yang terdampak oleh asap pembakaran sampah yang berada persis di belakang rumahnya mulai geram dan melakukan protes ke ketua RT setempat yang diketahui bernama Kurdi. Protes dilakukanya karena asap pembakaran sampah masuk kedalam rumah tinggalnya hingga keluarganya terkena inveksi pernafasan (Ispa).

Menurut Heri petugas pengelolaan sampah, bak pembakaran sampah saat Ketua RT yang sebelumnya berada di pinggir jalan dan jauh dari kediaman Muhamad Yasin. Sehingga hal itu tidak menggangu kenyamanan, terutama pada kesehatan keluarga Muhaman Yasin. Namun saat Ketua RT diganti si pejabat memutuskan untuk membongkar bak pembakaran sampah yang lama dengan alasan tempat tersebut akan dibangun pos ronda. Namun hingga kini rencana itu tidak ada realisasinya. Bahkan menurut warga Ketua RT memerintahkan agar tempat pembakaran sampah pindah ke bagian bawah yang jaraknya hanya beberapa meter dari kediaman Muhamad Yasin.

“Sebelumnya kami membangun bak sampah jauh dari pemukiman dan rumah pak yasin. Saat itu secara swadaya bangun bak sampah itu dengan biaya sampai tiga juta rupiah. Tapi ketua rt kurdi memerintahkan agar bak sampah yang kami bangun itu dibongkar alasanya mau dibangun pos ronda tapi nyatanya sampai sekarang mana?”, timpal Iman, ketua Ikatan Remaja Pondok Gedeh (Ikrap), minggu (24/11/2020).

“Jelas saya sangat terganggu dengan asap pembakaran sampah yang masuk ke rumah saya. Sampai hampir semua keluarga saya sakit tenggorokan. Ketika saya protes ke ketua rt Si ketua rt malah menyalahkan warga. Harusnya dia yang bertanggungjawab sebagai pimpinan warga. Karena apa yang dilakukan petugas sampah itu kan atas intruksinya. Pokoknya sebelum ada pembenahan soal tempat pembakaran sampah itu saya tidak akan tinggal diam. Kalau perlu akan saya tuntut karena ini sudah melanggar undang – undang tentang lingkungan hidup dan terutama menyangkut kesehatan, kenyamanan serta keselamatan keluarga saya”, tandas Muhamad Yasin.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua RT 7 Kurdi maupun pihak pemerintah Desa Ciburuy belum bisa dimintai keterangan. (R. Bhenz)