Malaysia, Pakuan pos – Aliansi Ormas Indonesia di Malaysia (AOMI) mengadakan pertemuan dengan KBRI Malaysia dalam rangka menyikapi perpanjangan masa Movement Control Order (MCO) hingga 28 April.

Pada pertemuan ini, AOMI membacakan pernyataan menyikapi kondisi WNI/PMI pekerja migran Indonesia harian yang memprihatinkan karena tidak memiliki stok bahan pangan juga ada beberapa yang diusir karena tidak mampu bayar sewa kontrakan, ada yang memakan ubian dan tikus karena kelaparan.

Hardjito Koordinator AOMI yang membacakan surat pernyataan tidak kuat menahan sedihnya hingga sesekali menyeka airmatanya dengan tisu. “Apabila situasi ini berlanjut maka akan terjadi krisis kemanusiaan global,” kata dia. Rabu, (15/4/2020).

Berdasarkan kondisi di atas, maka AOMI mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk SEGERA:
1. Memberikan bantuan tunai kepada seluruh PMI yang mengalami kesulitan, baik melalui mekanisme BLT ataupun mekanisme lain.

2. Memfasilitasi WNI/PMI yang berada dalam keadaan darurat agar dapat pulangke Tanah Air, dengan tetap mengikuti prosedur-prosedur yang berlaku saat ini.

3. Meminta Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Rusdi Kirana agar kembali ke Kuala Lumpur, hadir bersama masyarakat Indonesia di Malaysia. Dalam kondisi krisis seperti saat ini kehadiran beliau amatlah dinantikan, agar dapat lebih gencar melakukan lobby-lobby diplomatik terhadap Pemerintah Malaysia agar krisis ini dapat segera teratasi.

Dalam pertemuan itu Atase Politik Agus Badru Jamal, juga Pensosbud Agung C Sumirat menghargai semua aspirasi ormas dan berikan apresiasi terhadap semua ormas yang telah bergerak bahu membahu membantu PMI di Malaysia.

Surat peryataan itu diterima oleh koordinator Fungsi Konsuler
Korfung Konsuler Rijal Al Huda dan KBRI Kualalumpur merespon masukan, permintaan AOMI dan akan meneruskannya ke pemerintah pusat.

Koordinator AOMI
Hardjito