Ciawi, Pakuan pos – Penyaluran dana Rumah tidak layak huni (RTLH) di desa Ciawi menuai banyak kritikan. Setelah diprotes oleh warganya sendiri, kini giliran Aktivis yang turut angkat bicara.

Belum tuntasnya pembangunan RTLH di Kampung Tipar RT 04/04, desa Ciawi, kecamatan Ciawi, kabupaten Bogor Jawa barat tersebut memunculkan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan desa (Pemdes) Ciawi, seperti yang ditegaskan oleh Uka (40).

“Seharusnya pemdes sudah merancang segala sesuatunya dengan baik, sehingga keterlambatan tidak terjadi,” Tegas Uka.

Senada, Farid ma’ruf Aktivis AMPB menilai persoalan penyaluran dana RTLH didesa Ciawi menjadi persoalan serius yang harus disikapi oleh kejaksaan Bogor.

Dia mengatakan, ini merupakan persoalan kemanusiaan. RTLH sangat jelas petunjuk teknis (Juknis) nya, namun masih saja ada yang memainkan.

“Harusnya diberikan langsung berupa uang tunai 10 juta, bukan berupa barang dan nilainya juga patut dipertanyakan,” ungkapnya.

“Seharusnya kejaksaan langsung turun menyikapi persoalan tersebut, karna ini merupakan delik biasa bukan delik aduan,” harap Farid.

Seandainya kejaksaan tidak merespon, lanjut Farid, ia akan melaporkan dan mendesak agar kejaksaan turun tangan menyelidiki persoalan RTLH dan APBDES desa Ciawi juga harus di audit.

“Tidak menutup kemungkinan jika RTLH ada dugaan permainan, maka ada kemungkinan juga jika ADD, DD, Banprov dan anggaran-anggaran lainya akan ada permainan pula,” Tegasnya.

Pejabat sementara (Pjs) desa Ciawi, Yusuf, menegaskan jika satu rumah yang belum selesai bukan susulan, melainkan memang sebelas rumah yang diajukan, hanya saja yang satu memang belum selesai.

“Tidak ada susulan dalam pengajuan RTLH, semua diajukan dan memang yang satu belum tuntas,”Jelas dia. (Abdan)