Bogor, Pakuan pos – Kantor Hukum Sembilan Bintang yang terdiri dari 30 orang pengacara menjadi kuasa hukum sejumlah jurnalis yang dituding muspika Cijeruk dan pemerintah Desa Cipicung telah mengangkat berita hoax tentang warga miskin di Kampung Totopong, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, yang terpaksa mengkonsumsi tepung singkong selama berhari – hari.

Pemberitaan itu dimuat di media elektronik megaswaratv, bogorchanel.com, intelmedia.com, dan media cetak harian sederhana pada 17/02/2020/lalu. Pemberitaan itu berdampak positif kepada warga yang menjadi narasumber. Namun muspika Cijeruk menanggapi negatif dengan mengunggah video kontra tanpa kode etik jurnalistik serta mengangkat pemberitaan senada di sejumlah media.

Menyikapi hal itu, R Anggi Triana Ismail SH selaku kuasa hukum jurnalis mengatakan bahwa pada hari ini rekan rekan jurnalis yang dituding telah mengangkat pemberitaan hoax oleh muspika kecamatan Cijeruk dan Pemerintah Desa Cipicung, telah menyerahkan kuasa penuh pendampingan hukum terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum unsur muspika cijeruk dan pemdes Cipicung. Salah satunya perihal tuduhan dan fitnah atas buah karya faktual pemberitaan tersebut diatas. Bagi dirinya bersama tim ini sudah ada delik pidana yang harus disampaikan kepada mereka sebelum mereka melakukam klarifikasi kepada media atau publik atas tuduhan hoax atau pemberitaan bohong. Namun faktanya temen temen media itu sudah menempuh sesuai kode etik jurnalis dan sudah berdasarkan Undang Undang Jurnalistik nomor 40 tahun 1999.

“Berdasarkan hasil investigasi dan interview jajaran kami dengan rekan rekan media, ini bukan kategori pelanggaran kode etik namun sudah terjadi pelanggaran pidana. Maka itu kami dari kantor hukum sembilan bintang akan melayangkan surat peringatan keras melalui somasi kepada muspika kecamatan cijeruk dan pemerintah desa Cipicung”, tegasnya. (Benz)