Sukabumi, Pakuan pos – Desa Sukamaju Kecamatan Cimangu Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Air adalah sumber kehidupan, sumber air yang melimpah di wilayah Cimanggu jampang belum bisa di manfa’atkan secara maksimal.

Menurut Dedih Supandi kades Sukamaju Kecamatan Cimangu tersebut dengan luas wilayah 1089.53 ha, luas lahan persawahan 775 ha, luas sawah tadah hujan 115 ha, luas yang tidak produktif akibat susah air 115 ha, warga masyarakatnya sudah banyak mengeluh tentang kebutuhan air.

“Air itu sumber kehidupan bagi semuanya, maka dari itu kita harus bisa menjaga alam agar keseimbangan alam tetap terjaga dan memberi manfaat yang begitu besar bagi kehidupan umat manusia. Warga desa kami sekarang sangat kritis membutuhkan pasokan atau ketersediaan air untuk pertanian sebagai mata pencahariannya,” ungkap Dedih Supandi selaku Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Cimangu. Selasa, (11/8/2020).

Dedih Supandi, selalu menampung keluh kesah warganya dan dibicarakan atau dimusyawarahkan bersama agar ada solusi yang bisa mengatasi itu semua.

“Kami dari pemdes terus mencari solusi untuk mengatasi ini, hasil dari keputusan bersama adalah kita mesti punya waduk atau bendungan yang bisa mengaliri berbgai desa di wilayah ini, potensi yang ada ini kita maksimalkan untuk mencapai kesejahteraan bersama,” kata Dedih Supandi.

Sambungya, lokasi untuk pembuatan waduk itu ada sekitar 100 ha, jika itu di bangun oleh pemerintah pusat atau daerah, pihaknya optimis pertanian sebagai ketahanan pangan akan teratasi dan produksi akan stabil.

“Dari lahan 100 ha itu, jika di bangun bendungan atau waduk, sangat strategis, karena tingkat gravitasinya sangat tinggi, jadi tidak perlu sitem pompa, cukup dengan tehnik irigasi tepat guna semua bisa teratasi masalah susahnya air disini,” jelasnya.

Akan tetapi, Dedih Supandi selaku Kepala Desa, membeberkan, ini memang mimpi yang besar, tapi jika kita serius dan optimis pasti mimpi itu terwujud.

“Ya memang ini mimpi yang besar, tapi jika ini terwujud bisa menyelamatkan ketahanan pangan kita dan bisa memberi dampak positif yang berkesinambungan sampai kegenerasi turun temurun,” bebernya.

Selain manfaat irigasi, Dedih Supandi pun menyampaikan ada manfaat lain, misal bisa dibikin tenaga listrik berenegi air, tempat wisata, PAM desa, yang pasti menurutnya itu semua akan menjadi meningkatnya kesejahteraan warga masyarakat.

“Namun lahan tersebut yang rencana di bikin waduk adalah bukan milik pemdes, lahan tersebut milik perhutani, dan ini harus melibatkan lintas desa juga, semoga ada jalan bagi kesejahteraan masyarakat.
Dan bila ini bisa terealisasi waduk tersebut bisa mengairi 150 ha lahan tandus yang ada di desa Sukamaju dan bisa mengairi juga untuk 3 kecamatan cimanggu,kecamatan jampangkulon dan kecamatan surade otomatis ketahanan pangan akan stabil dan akan terus meningkat pungkasnya. (Dev)